Ibuku yang curhat masalah barang-barang yang naik terus
Adikku yang curhat masalah kondisi pekerjaannya dan ulah si mungil yang makin banyak gayanya
Satu lagi yang tidak kalah penting, curhat si bungsu akan aktivitas sekolah dan mimpinya
Bila tidak ada salah satu dari mereka ketika aku tiba di rumah, seperti ada yang hilang, ada yang copot, ada yang kurang, atau ada yang nyelip...
langsung ada kalimat di otakku "GA BISA AKU TANPA MEREKA"
langsung ada kalimat di otakku "GA BISA AKU TANPA MEREKA"
Aku adalah bagian dari mereka dan mereka adalah kehidupanku
Terima Kasih Tuhan... setelah pernah Kau ambil satu dariku.. ternyata Kau berikan orang - orang terpilih yang paling HEBAT buatku
Terima Kasih Tuhan... setelah pernah Kau ambil satu dariku.. ternyata Kau berikan orang - orang terpilih yang paling HEBAT buatku
(You All.. The Best In My Heart Forever And Always)
4 comments:
Foto kita mana, Ke?
Ibu,
Sejenak...
Sayup-sayup kumandang adzan itu
Melemparkan ingatanku pada kita
Saat-saat akhir sebelum sakitmu kambuh
Dan Alloh berkenan ’memanggilmu’
Setelah ayah tak ada
kamu sering bilang,
“nak, kamu jadi imamnya ya...
ibu jadi makmumnya”
aku mengangguk setuju
lalu kita ruku’ dan sujud bersama
berbisik padaNYA disajadah usang itu
tanda kita ingin mensyukuri putaran waktu
yang masih diberikanNYA pada kita
Ibu,
Mengenangmu adalah...
Bagai membentangkan rona jingga senja
Dipelupuk mataku
Aku ingat,
kalau malam kamu sering bilang,
“nak ...pijiti ibu ya ...
badan ibu pegal sekali,
serasa tulang ibu mau copot semuanya.”
Ahh ...ibu...
Kau selalu rela libas tubuh rentamu
Berletih-letih bekerja di usia tuamu
Demi tebusan masa depan buah hatimu
Ibu,
Diantara kerdil baktiku untukmu
Izinkan kucium punggung tanganmu
Agar bisa kurasakan usap belai telapak tanganmu
Di atas rambutku
Berharap bisa rasakan lagi
rengkuh damai dan peluk cintamu
diantara lantunan
do’a panjangmu digelap malam
untuk semua anak-anakmu
Ibu,
mengingatmu adalah...
menyibak binar mutiara
yang berkilau sepanjang derak waktu
Biarkan derai salam sayangku
Terlukis indah di bilah purnama
Yang kukirim hanya untukmu
HUahahahaa,,,
begitu puitisnya puisimu mba..
aku jadi pengen nangis dengernya..
hiks..hiks..
coz,teringat ibunda di kampung halaman..
Mba Ike, kau hebat.. kau keren, kau bener2 membuat mata batinku terbuka..
sesaat jika kulirik lagi puisimu.,
begitu takjub & terengahnya aku membaca puisimu..
hiks..hiks... sungguh indah sekali,lantunan syairmu..
teruslah berkayar mba..
buat aku bisa mewujudkan impianku
begitu juga dengan mba Ike,teruslah bermimpi dan wujudkan mimpi itu...
good luck honey..
good bless u..
mmuuaacchhh...
Lupa kasih nama...
comment from me (Nofi)
Post a Comment